Informasi
Dicari Mitra Kerja
|
Investasi Berbasis Lingkungan mengerakkan Ekonomi Kerakyatan, disamping menjaga Kelestarian Alam Bali Menuju Ajeg Bali.
Agroforestri meminimalisasikan Global Warming yang saat ini sudah kita rasakan panasnya.
Fakta Lapangan betapa Alam ini telah begitu hebat kerusakannya akibat keserakahan, bagaimana dengan Alasan Pembangunan dan menggali sumber Pendapatan Asli Daerah perut bumi dikeruk tanpa mempertimbangkan keseimbangan Ekosystem Alam yang ada . Lobang Galian menganga begitu lebar dan dalamnya, bukit dikeruk, hutan dirabas untuk galian. Tidak mengherankan dengan kondisi alam dengan ekosystem yang tidak seimbang, Alam menjadi tidak bersahabat dengan kita. Bencana banjir, tanah Longsor, Air Danau meluap, dan kejadian bencana adalah akibat dari tidak seimbangnya Alam ini.
Coba perhatikan berita setiap saat, terjadi kasus pencurian kayu Hutan, Penebangan Liar dari yang sifatnya kecil sampai besar, betapa kesadaran masyarakat sangat memprihatinkan dalam menjaga Alam ini. Pelaku yang begelut dalam perkayuan, bisanya hanya menebang tanpa ada kewajiban dan panggilan hati nurani untuk menanam kembali. Siapa yang salah dalam kondisi seperti ini …?
Kita memiliki banyak hutan dan lahan tegalan yang dapat dijadikan lahan produksi hasil hutan kayu khususnya lahan non-produktif milik rakyat (HTR), begitu juga banyak lahan perkebunan yang masih tidur tidak digarap secara optimal, tentunya hal ini merupakan suatu kondisi yang harus dicermati secara seksama
Pariwisata yang berkembang hampir mayoritas kurang peduli akan Lingkungan Alam, dan sepertinya urusan pelestarian Alam khusunya Hutan adalah semata-mata Tugas Pemerintah. Pemahaman Investasi masing-masing Daerah mayoritas berfikirnya adalah investasi dalam bentuk pembuatan Hotel, Pabrik,Industri. Mohon maaf apa yang kami utarakan ini adalah dari sudut pandang kami pribadi, selaku Masyarakat. Dan sesungguhnya kami berharap bagi yang memang betul-betul punya komitment akan menjaga kelestarian Lingkungan kami bersama teman-teman siap untuk bekerjasama dan membuat program yang langsung dirasakan oleh Masyarakat disekitar Hutan.
Jangan heran apa yang dilakukan oleh Kalangan baik Pemerintah ataupun pihak-pihak yang peduli akan Lingkungan, ternyata di Lapangan hasilnya sangat berbeda dari apa yang direncanakan dari atas meja ataupun dari hasil forum/ diskusi ditengah Hotel berbintang,dengan segala kemewahannya , padahal yang mestinya diajak berdiskusi adalah Masyarakat seputaran hutan, bagaimana kehidupan mereka, bagaimana kesulitan ekonomi mereka dan bagaimana keterlibatan mereka dari Program yang dibuat.
Untuk itu kami mengajak semua pihak mari kita sama-sama introspeksi melihat fakta yang ada di Lapangan, yang banyak fakta di Lapangan , dari jalan raya kelihatan hutan tanamannya bagus, ternyata ditengah-tengah Hutan kondisinya Gundul , yang mana merupakan areal penanaman rumput untuk makanan ternak,seperti rumput gajah dll.
Kenapa terjadi demikian…? Apanya yang salah ….? maksudnya baik tetapi dibawah banyak kejadian seperti itu, Terus bagaimana solusinya …..?
Dari fakta diatas, kami dari KOI (Koperasi Organik Indonesia), dengan kelompok Masyarakat Tani mencoba dari hal yang kecil, mengadakan kerjasama dalam hal pembuatan Pembibitan Tanaman kayu yang prospek untuk dikembangkan , dan mengajak semua pihak yang peduli akan Lingkungan dan masyarakat yang memiliki dana cadangan untuk investasi yang berwawasan Lingkungan.
Investasi di Lahan Perkebunan ,merupakan Investasi sebagai penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan, terutama untuk mempersiapkan biaya-biaya yang tak terduga, yang mungkin datangnya bersifat urgen, tanaman ini kalau sudah cukup umur bisa dijual sewaktu-watu, sesuai dengan keperluan.
Dan dalam Investasi ini bisa dimulai dari lahan/ tegalan anda sendiri yang kurang produktif, alternatif lain bisa melalui Kontrak lahan kerjasama dengan Petani. Untuk hal ini kami dari KOI siap sebagai mediasi dan memberikan informasi dalam hal Peluang Investasi ini.
Kebutuhan Pendanaan besar dan kecil yang harus dikeluarkan:
- Biaya anak sekolah/kuliah
- Biaya perkawinan
- Biaya rumah sakit
- Acara upacara adat
- Perbaikan rumah
Permecahan masalahnya:
- Tabungan
- Sumber daya productif yang punya nilai economis tinggi dan mudah diuangkan
- Pertanian/perkebunan/agroforestry Agroforestry
wanatani pertanian (jangkapendek) kebutuhan pokok sehari-hari menanam jagung, ubi-ubian, sayuran, palawija, dls
Kehutanan (jangka panjang) sebagai tabungan / investasi Tanaman kayu-kayuan, buah-buahan, getah, dls
Kehuntungan menanam jenis kayu-kayuan (agroforestry)
- Panen kayu, bisa menghasilkal 6 – 10 x lipat.
- Modal awal yang tidak terlalu besar
- Memanfaatkan lahan yang ada secara maximal
- Mudah dalam perawatan dan pemeliaraan (tdk perlu waktu dan perhatian kushus) KITA TIDUR TANAMAN BERKEMBANG TERUS.
- Relative tahan terhadap hama penyakit,banjir, dan kekeringan
- Penanaman dan pemeliaraan tidak memerlukan dana besar
- Dapat ditanam pada lahan/kebun dengan lokasi yang miring atau kebun yang relative jauh dari tempat tinggal
- Dapat digunakan sendiri untuk bahan bangunan rumah, perabot Rt, kerajinan tanggan, dls
- Bisa dijual untuk pendanaan. Sepanjang tahun
Keuntungan lain:
- Sebagai filter dari udara, memprodukasi Oxsigen (O2/oxygen) untuk Alam.
- Tempat berrecreasi dan tempat mengilangkan rasa penat
- Menjaga kesuburan tanah
- Menjaga tanah dari erosi, mencegah banjir, -tanah longsor.
- Menjamin ketersedian air dalam sumber air ( mata air dan sumur )sepanjang tahun.
- Membuat kesejukan lingkungan
Investasi Berwawasan Lingkungan Penanaman Kayu Kajimas Dalam Upaya Menyelamatkan Ibu Pertiwi, mendukung program Bali Clean and Green
- Anda punya tanah tegalan / perkebunan yang tidak produktif / tidak terurus
- Ada lahan milik Desa Adat / Pelaba Pura kenapa tidak ditanami Kajimas…?
Menanam pohon kayu kajimas merupakan alternatif pilihan akibat tanaman –pohon sengon hampir 85% terserang penyakit yang awalnya seperti bintik/ benjolan, yang secara perlahan membesar dan areal seputaran benjolan tadi akan terjadi pelapukan batang kayunya yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu , dan apabila membesar kayunya lapuk dan batangnya aka menjadi patah.
Photo diatas Bibit sengon diserang penyakit sejak dari pembibitan dan Batang kayu sengon sdh lapuk dan kecendrungan patah
Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu Kajimas merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinders dan lurus, kayunya berwarna agak gelap coklat kekuningan terlihat serat, yang sangat baik dipergunakan untuk bahan bangunan dan Interior seperti furnitur. Kajimas Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :
Kajimas Merupakan satu diantara jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl Saat ini Kajimas menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Kajimas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman Kajimas dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah: 1. Diameter batang dapat tumbuh berkisar 10 cm/th 2. Masa produksi Kajimas yang singkat – hanya 6– 8 tahun 3. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
Bentuk Kayu Kayu Kajimas lebih bagus daripada kayu lainnya, tekstur lebih halus, bentuknya silinder lurus, berwarna coklat gelap kekuningan dan berserat halus, tidak cacat, Arah serat terpadu, permukaan kayu mengkilap, kayu Kajimas juga sudah terbukti keawetannya atau daya tahannya.
Tanaman Kajimas di Selat |
Tanaman kajimas di Daerah Pempatan Rendang Karangasem |
Batang Ciri dan karakteristik batang Kajimas adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna coklat kekuningan bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.
Keunggulan Kajimas Kajimas memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu hutan lainnya. Selain daya tumbuhnya yang cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna coklat gelap agak kekuningan terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan bahan bangunan dan bahan untuk interior dan furnitur.
Penanaman dan Perawatan Kajimas merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya. Untuk jarak penanaman kalau ukuran 3 x 3 — perhektar ada sekitar 900 phon tanaman, ada yang menanam dengan jarak 2,5 x 2,5 jumlah pohonnya per Ha ada sekitar 1200 pohon tanaman Kajimas.
Pertumbuhan pertumbuhan Kajimas cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Kajimas tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Ia dapat tumbuh di tanah liat, tanah lempung podsolik cokelat, atau tanah berbatu. Sejauh ini Kajimas bebas serangan hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.
Perkembangan Pertumbuhan :
- Umur 1 tahun diameter 12 cm tinggi 3-5 meter
- Umur 2 tahun diameter 17 cm
- Umur 4 tahun bisa 27 cm – 30 cm
Nilai Ekonomi Budidaya tanaman Kajimas akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman Kajimas setelah dipanen pada usia 8-10 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil, pada setiap batang Kajimas diperoleh
Pemasaran Karena jenisnya yang berwarna coklat gelap agak kekuningan terlihat seratnya, sangat baik untuk bahan bangunan dan interior sebagai alternatif mengurangi pemakaian kayu Toko yang kebanyakan berasal dari kayu Kalimantan.. Tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m Diameter batang rata-rata maka tiap batang pohon Kajimas menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 2.000.000,- Jadi harga 1 batang pohon Kajimas usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 2.000.000 Harga kayu Kajimas perkubik :
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang tinggi, sedangkan penyediaan kayunya semakin terbatas. Dalam 1Ha lahan tanaman Kajimas yang bisa ditanam sebanyak 500 batang dengan jarak 4×5 m
Pembibitan :
Pembuatan bibit biasanya , biasanya mulai Pendederan Bulan Oktober masukkan ke Polibag bulan Januari, pebruari-maret sudah siap ditatanam. sedangkan periode kedua bulan januari sudah pendederan, april sudah siap untuk ditanam.
Gambar diatas adalah Lokasi Pembibitan Kayu Kajimas pada Kelompok Binaan Koperasi Organik Indonesia ( KOI ) yang siap melayani baik perseorangan maupun Lembaga/ Dinas Instansi yang membutuhkan.
Peluang Investasi Menanam Kajimas bagaikan menanam emas, sebab kebutuhan kayu untuk bahan bangunan terus meningkat penggunaannya, harga kayu Kajimas akan semakin meningkat terus.
Bersama Kelompok Pembibitan bersama KOI ,Pengadaan dan pelayanan bibit kayu Kajimas sudah dipasarkan keseluruh Bali, seperti Negara,Tabanan, Buleleng,Klungkung, Bangli, Gianyar dan Karangasem , menyangkut seluruh Bali.
|
INFORMASI LEBIH LANJUT HUB. LANGSUNG KOI ( KOPERASI ORGANIK INDONESIA )
MELAYANI BIBIT TANAMAN, PEMBINAAN, PENANAMAN DAN INVESTASI BERWAWASAN LINGKUNGAN.
Tersedia berbagai Bibit Bibit Kajimas Bibit Sengon/Belalu Bibit Gameliana / Jati Belanda Bibit Mahogany
Siap Bekerjasama dalam Hal Investasi dalam hal
Dengan System Sewa/ Kontrak dan Pola Kerjasama bagi hasil ,
Hubungi langsung, Kontak Komang Sugiarta Sekretariat : Jln serma Gejer Amlapura –Bali . Phn: 08123916904, email : prusugi@gmail.com
|
Koperasi Organik Indonesia ( KOI ) Bekerjasama dengan Kelompok Pembibitan mengajak Komponen Masyarakat Yang Peduli Kelestarian Alam, Berinvestasi Berwawasan Lingkungan untuk menjaga Alam dengan bermanfaat :
Pak Nengah Rede Aktifis lingkungan yang punya kesibukan yang luar biasa,dari mengurus Usaha Bangunan Pelinggih Bangunan Bali dan mensuplai kayu, Pak Nengah Rede merupakan aktifis penggerak kelompok Tani yang ada diwilayahnya. Betapa tidak kegiatan- kegiatan Banjar dan kegiatan warga/ Pesemetonan menjadi perhatiannya dari Ngaben masal, memukur dan nyapu leger masal. Pak Nengah beserta Kelompoknya punya perhatian yang begitu besar akan keseimbangan Lingkungan, dengan membuat Kelompok Pembibitan Tanaman khususnya Kayu Kajimas dan menanami lahan anggota Kelompoknya yang perlu ditanami dan memberikan kesadaran akan keselamatan Lingkungan dan Manusia dimasa depan.
|
|
Kegiatan yang dilakukan ini bersama rekan-rekan seperjuangan di Kelompoknya, begitu miris hatinya melihat kerusakan Lingkungan yang diakibatkan oleh Pelaku Usaha Perkayuan yang hanya peduli menebang saja,hal lainnya juga kerusakan Lingkungan akibat Penambangan PAsir Galain C khusunya di Wilayah Karangasem, hampir kebanyakan hanya mengeruk isi Bumi Karanagsem tidak mempunyai kepedulian dalam hal Penanaman kayu dan reklamasi Galian C , padahal kearifan Budaya Lokal orang Bali tetap diperingati dan diaturkan persembahan saat Hari Tumpek uduh/ tumpek Pengatag yang merupakan hari lingkungan khususnya di Bali yang beragama hindu. GAmbar dibawah menunjukkan bagaimana kerusakan Lingkungan akibat penambangan GAlian C dan akibat Perusahan pengolah kayu, yang suplayer kayunya hanya peduli melakukan penebangan saja.
Lokasi galian C,merupakan obsesinya untuk menghijaukan kembali dengan pohon kajimas |
dengan sepeda motor, setiap hari melakoni kehidupannya yang tidak jauh dari misi Lingkungan. |
Menyepakati kerjasama dengan KOI,Bersama Kelompoknya yang terdiri dari 20 orang tidak hanya dari Desanya, menyepakati dan berkomitment membuat bibit kajimas dari tahun 2005 sampai sekarang. Kenapa membuat bibit dari kayu kajimas, kebetulan tanpa sengaja ada anakan tanaman Kajimas dan ditanam ternyata pertumbuhannya cukup cepat dibandingkan dengan tanaman lainnya. dan juga kebetulan adanya pohon indukan yang begitu besar dan tinggi awalnya digunakan sebagai sumber benih.
Phto diatas adalah sosok Pak Nengah Rede disamping pohon Kayu kajimas , yang awalnya pohon tersebut digunakan sumber untuk benih di Desa Selat karangasem :
- Tinggi kayu Kajimas sekitar 35 m
- Diameter kayu 60 – 70 cm
- Ada 4 pohon , yang dulunya dipakai sebagai indukan pembibitan Kajimas.
- Umur sekitar 18 tahun.
Disamping pohon indukan diatas sudah dipersiapkan Calon pohon Indukan untuk Mensuplai benih Pembibitan Kayu Kajimas:
- Luas 40 are
- Banyaknya pohon 300 phn , terletak di Kecamatan Rendang KArangasem.
Tanaman Kayu Kajimas umur 2 tahun jarak tanam 2,5 x 3 meter |
Tanaman Kayu kajimas umur 2,2 tahun |
Dengan Koordinator Lapangan yang merupakan aktiifis Penggerak penanaman kayu kejimas , yang kebetulan memiliki usaha Pertukangan membuat Styl Bali, sanggah dan melayani bahan baku kayu lokal tergerak hatinya mengajak rekan kelompoknya untuk mebuat bibit Kayu KAjimas, disamping ditanam dilahan miliknya juga dipasarkan / dijual.
Bersahabat dengan Alam Kelompok yang dibina pak nengah, terus berkarya membuat bibit kayu Kajimas dengan berbekal tekad untuk memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada dan misi penyelamatan Lingkungan dari tangan-tangan perambah kayu yang hanya asyik menebang dan merusak Alam.
Lahan Pembibitan Kayu Kajimas |
Kondisi Ukuran Bibit kayu Kajimas siap tanam |
Bibit kayu Kajimas yang telah siap untuk diantar |
Bibit kayu yang sudah ada dilahan penanaman siap tanam |
Kelompok Pembibitan yang berjumlah 20 orang, yang merupakan kelompok yang tumbuh dan terbentuk dengan swadaya Anggotanya merupakan KBR swadaya , yang mana rata-rata membuat benih 10 – 15 ribu pohon dan masih sangat mungkin untuk ditambah apabila ada pesanan bibit. Siap menerima Pesanan Pembibitan kayu Kajimas dengan harga bersaing, karena kebetulan sumber benih dan tenaga kerja yang melibatkan kelompok berasal dari seputaran tempat Pembibitan. Keberadaan kelompok yang terdiri dari 15 orang yang setiap anggota Kelompok rata-rata mempunyai bibit 10 – 15 ribu bibit.
Pak Nengah Dengan Kayu Kejimas yang baru berumur 8 bulan |
Pohon kajimas yang telah berumur 1,8 Tahun. |
Coba perhatikan tanaman yang ditanam dilahan kebun pak nengah Rede, umur kayu baru 1,5 tahun diameter kayunya sudah berkisar 12 –15 cm dengan ketinggian 18 Meter
Kelompok Pembibitan Pak Nengah yang telah bekerjasama dengan KOI ( Koperasi Organik Indonesia ) siap melayani pesanan bibit Kajimas dengan harga yang terjangkau. Yang berminat kerjasama atau memesan bibit kayu kajimas silahkan kontak kami
atau bagi yang ingin kerjasama dalam hal invetasi penanaman bagi anda pemilik lahan atau punya modal silahkan kontak : Koperasi Organik Indonesia ( KOI ). dengan kontak person :
Komang Sugiarta
email : prusugi@gmail.com, hp 08123916904
Upaya Meningkatkan Produktivitas Hutan / Kebun secara Terpadu dan Berkelanjutan Kerjasama antara KOI ( Koperasi Organik Indonesia )
Kelompok PembibitanTani —– Investor —– Pemerintah.
Agroforestry dikenal dengan istilah wanatani atau agroforestri yang arti sederhananya adalah menanam pepohonan di lahan pertanian/ perkebunan/ hutan produksi. Konsepsi agroforestry dirintis oleh suatu tim dari Canadian International Development Centre, yang bertugas untuk mengindentifikasi prioritas-prioritas pembangunan di bidang kehutanan di negara-negara berkembang dalam tahun 1970-an. Oleh tim ini dilaporkan bahwa hutan-hutan dinegara tersebut belum cukup dimanfaatkan secara optimal dalam upaya perbaikan kualitas Lingkungan dan memperbaiki kesejahteraan Masyarakat disekitar hutan.
Agroforestry memiliki ciri-ciri tersendiri dan tidak hanya sekedar memadukan kehutanan, pertanian dan peternakan. Dengan demikian, terdapat sejumlah ciri yang membatasi pengertian agroforestry dengan sistem lainnya.:
-
Budidaya tanaman menetap di satu bidang lahan
-
Mengkombinasikan penanaman semusim dan tahunan secara berdampingan dan berurutan, baik dengan menggunakan ternak ataupun tidak.
-
Menerapkan pengusahaan yang diupayakan sesuai (compatible) dengan kebiasaan petani setempat.
-
Merupakan sistem pemanfaatan lahan, yang pertanaman pertanian, perhutanan dan atau peternakan menjadi anasirnya(component) baik secara struktur maupun fungsi.
Pemanfaatan sumber daya hutan melalui pembangunan hutan tanaman memiliki beberapa keuntungan antara lain:
-
Menciptakan peluang kerja,
-
Meningkatkan produksi bahan baku kayu bagi kebutuhan industri,
-
Pemanfaatan lahan terdegradasi,
-
Dapat membentuk bentang alam.
Oleh karena itu, pembangunan hutan tanaman ditujukan untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang telah rusak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sangat diperlukan. Pada akhirnya munculah konsep untuk melakukan kombinasi dari praktek-praktek pertanian murni dengan praktek-praktek kehutanan yang disebut dengan Agroforestri. Agroforestri adalah salah satu sistem pengelolaan lahan yang berfungsi produktif dan protektif (mempertahankan keanekaragaman hayati, ekosistem sehat, konservasi air dan tanah, mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian, serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur), sehingga seringkali dipakai sebagai salah satu contoh sistem pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Sistem Agroforestri yang baik digunakan adalah Sistem Agroforestri Sederhana yaitu :Suatu sistem pertanian di mana pepohonan ditanam secara tumpang sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang sangat memuaskan Pepohonan bisa ditanam sebagai pagar mengelilingi petak lahan tanaman pangan, secara acak dalam petak lahan, atau dengan pola lain misalnya berbaris dalam larikan sehingga membentuk lorong/pagar.
Strategi Pengembangan Agroforestri Oleh Koperasi Organik Indonesia ( KOI ):
Menggunakan Pola Kemitraan : Pemerintah —– KOI —— Masyarakat.
Dalam mewujudkan Good Governance dan mendukung Bali “Clean and Green”
A. Pemerintah/Dinas/ Instansi:
-
Mengatur kebijakan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
-
Memberikan pembinaan dan bantuan untuk Kelompok Tani
-
Membantu dalam upaya melakukan kerjasama dengan Lembaga Penelitian, Research.
-
Membantu menginformasikan dan memberikan celah-celah untuk Pameran dan Pemasaran.
-
Membantu dalam hal study banding untuk meningkatkan wawasan kelompok dan penguatan Kelembagaan.
B. Koperasi Organik Indonesia ( KOI ):
-
Menggandeng pemilik modal untuk berinvestasi.
-
Menggandeng Konsultan yang paham betul tentang teknis budi daya tanaman Kebun / Hutan.
-
Mediasi dengan Pemerintah dalam hal Pembibitan, penyediaan Sarana dan Pemasaran
-
Kerjasama dengan Lembaga PER Tanah Aron, selaku lembaga Swadaya yang memediasi dengan Pemerinyah/ dinas/ Dengan lembaga lainnya dalam mendukung Program Agroforestri.
C. Kelompok Tani / masyarakat:
-
Sebagai tenaga Kerja pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan
-
Sebagai pemilik lahan yang dikerjasamakan.
Dalam menunjang Pola Kerjasama diatas, menjadi sangat urgen, khusus kerjasama diatas pihak KOI ( Koperasi Organik Indonesia ), memilih Kayu Kajimas digunakan inti program, mengingat Kelompok yang diajak kerjasama memiliki kelebihan yang sfesifik sudah sejak awal melakukan pembibitan kayu Kajimas, dan kebetulan anggota kelompok yang memiliki benih indukan kayu Kajimas. disamping itu juga ternyata pertumbuhan kayu kajimas cukup bagus dan kondisi tanaman cukup bagus dari kelurusan kayu, diameter pertumbuhan kayu dan juga kualitas serta harga kayu yang diatas dari harga sengon dan meranti sejhajar dengan harga mahoni dan gamelina. Disamping hal tersebut ditas dari fungsi penggunaan kayu yang cocok digunakan sebagai bahan bangunan, dengan kondisi kelurusan dan ukuran panjang yang masih bisa diatur, cocok digunakan sebagai bahan bangunan termasuk bangunan styl Bali.
Adanya keterlibatan Kelompok masyarakat sekitar hutan secara aktif yang merupakan anggota Kelompok, sudah barang tentu hal ini akan lebih memperkuat dari program yang dijalankan. Dari dahulu Salah satu penyebab gagalnya pembangunan pengembangan hutan tanaman adalah kurangnya partisispasi masyarakat sekitar hutan baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasannya. Perubahan paradigma pembanguna kehutanan dengan visi hutan lestari dan masyarakat sejahtera, dapat di akomodir melalui program-program pengembangan hasil hutan kayu dan non kayu yang berbasis masyarakat sekitar hutan.
Hasil Produksi Yang Dihasilkan :
PRODUCT :
- Benih Tanaman:
- Bibit Tanaman:
- Hasil Kayu
- Hasil Sampingan Kayu :
- Ternak
- Madu
- Tanaman Sela, talas, ubu-ubian,
JASA :
- Wisata , Penelitian
- Pengiapan/ Vila
Lokasi untuk Lahan Agroforestri di Karangasem / Bali secara keseluruhan masih banyak yang perlu dihijaukan, baik milik perseorangan ,Lembaga Banjar/ Adat yang mana kekurangan permodalan untuk mengelola dan tidak ada diajak untuk Kerjasama dan terbukti fakta di Lapangan sebagai berikut :
-
Petani / Lembaga adat Banjar/ Desa Adat yang punya Lahan ingin mengontrakkan tanahnya jangka panjang 15 – 20 tahun.
-
Petani yang punya LAhan menanti Investor untuk diajak kerjasama dengan pola bagi hasil
Untuk mengawali KOI bekerjasama dengan Kelompok Tani yang bergerak di Pembibitan Kayu khususnya kayu Kajimas, yang siap melayani pesanan dan siap kerjasama dalam hal invetasi dibidang Penanaman KAyu Kajimas.
Yang tertarik dan Ingin Informasi Lebih Detail silahkan kontak :
Sekretariat/ kantor KOI : Jl Serma Gejer , Amlapura – bali
|
Program KOI
Pupuk Bakteri & Jamur Pembenah Tanah
|